Tuesday, March 5, 2013

Harga BBM vs Harga BBM?

Q. Sekarang ini para capres telah terjadi saling lempar kebijakannya jika terpilih : Harga BBM Rp 3500,-/liter ( flat selama 5 tahun ) vs Harga BBM Rp 4500,- ( mekanisme pasar ). Bagaimana menurut pendapat anda ?

A. "Persaingan usaha yang dijadikan landasan mutlak bagi penentuan harga BBM di Indonesia sama sekali tidak sehat dan tidak wajar. Bagaimana penjelasannya?
1. Volume minyak yang diperdagangkan di sana hanya 30% dari volume minyak di seluruh dunia. Sisanya yang 70% diperoleh perusahaan-perusahaan minyak raksasa atas dasar kontrak-kontrak langsung dengan negara-negara produsen minyak mentah. Di Indonesia melalui apa yang dinamakan Kontrak Bagi Hasil atau production sharing.
2. Bagian terbesar minyak dunia diproduksi oleh negara-negara yang tergabung dalam sebuah kartel yang bernama OPEC. Kalau mekanisme persaingan dirusuhi oleh kartel, apa masih bisa disebut sehat dan wajar? Toh para menteri ekonomi kita secara membabi buta menerapkan dalil bahwa harga minyak yalah yang ditentukan di NYMEX itu, walaupun ditentang keras oleh MK.
3. Harga yang terbentuk di NYMEX sangat dipengaruhi oleh perdagangan derivatif dan perdagangan oil future trading yang juga berlangsung di NYMEX. Sekarang ini para akhli mempertanyakan apakah betul bahwa permintaan minyak demikian drastis melonjaknya dan terus menerus seperti grafik harga minyak mentah di NYMEX? Banyak yang dengan argumentasi sangat kuat menuding spekulasi oleh hedge funds melalui future trading sebagai penyebabnya. Kok Indonesia terus ikut-ikutan lotre buntut ini secara membabi buta tanpa peduli apakah rakyatnya akan mati kelaparan atau tidak."

Apa bedanya pemerintahan SBY dan Megawati?
Q. kok yg aku liat sama aja.
ini mahal, itu mahal.
ini langka, itu juga langka.
pengangguran banyak.
kemiskinan juga.

apa sih bedanya? kok orang2 bilang dia baik?
apa karena mukanya yg lebih sering senyum drpd presiden sebelumnya?
@Ien Moet
tapi kaum Adam punya kelemahan.
kl udah menyangkut soal wanita dan uang, dia terlena.
bagaimana menurutmu? yang ditangkap banyakan cowok kan?
Arthalyta ditangkap kan karena suaminya korupsi, trus ikut2an.
suaminya itu dulu bossnya papa ku.
papa ku bilang, emang dia suka korupsi.

@Ogies
saya gak setuju.
BBM mahal karena pemerintah menginginkan BBM mahal.
BBM dilepas ke harga pasar.
itu tidak boleh.
Indonesia bisa saja membuat harga-harga tersebut murah.
wong kita negara kaya kok.
dikorupsi besar-besaran selama puluhan tahun, masih ada aja yang bisa dikorupsi sama pemerintahnya.

@Lelo S
itu kan karena Komisi Pemberantasan Korupsi.
yang namanya Komisi itu dari rakyat, bukan pemerintah.
SBY gak ngapa-ngapain. dia ngga nyuruh buat komisi.
rakyatlah yang punya inisiatif sendiri.

@dhietz
saya tahu ada beberapa orang yang bisa menyelesaikan semua janjinya hanya dalam satu pemerintahan saja.
dan kita memang harus mengkritik mereka.
kl gak Indonesia hancur.
@Delima
hmm....
mungkin gak jadi jawab.
takut diteror Bambang Tri.

@W.B
kayaknya perbedaan tegasnya SBY dan Megawati cuma 0.01% deh.
kalau konsisten atau tidaknya...
saya gak tau dia ngapain aja.

@Chingoksmell
hmm...
jawabanmu mengarah ke privatisasi.
kenapa? apa karena aku pernah bilang soal privatisasi?
: )

@ken-ken
jah.. sama aja.

A. Ikutan nimbrung, Bro:

Kinerja Mega yang kurang berhasil dalam menangani angka pengangguran yang tinggi, mengakibatkan penilaian publik negatif. Riset yang diselenggarakan oleh CESDA-LP3ES--membuktikan itu. Hasil riset mencatat, tingkat kepuasan publik terhadap dua tahun pertama kinerja pemerintahan Megawati, khususnya untuk penyediaan lapangan kerja hanya 11%.
Di zaman Megawati berkuasa, konsen­trasi publik dihabiskan untuk menyoroti kebijakan ekonomi dalam penjualan aset negara. Pemerintahan Megawati sangat memprioritaskan pembiayaan negara dengan model privatisasi. Buktinya BUMN seperti PT Indosat, PT Aneka Tambang, dan PT Timah diprivatisasi.
Selama tiga tahun kepemimpinan Megawati, pemerintah meraup hasil dari privatisasi BUMN sebesar 3,5 triliun pada tahun 2001; Rp 7,7 triliun pada 2002; dan Rp 7,3 trilun pada tahun 2003.

Dari sisi privatisasi tidak ada bedanya antara rezim Megawati dan SBY. Karena tim ekonomi­nya masih tetap sama. Menteri-menteri yang dulu di zaman Megawati sekarang juga ada di pemerintahan SBY. Kalau ada menteri ekonomi yang berbeda, itupun berasal dari paradigma ekonomi yang sama. Bedanya, hanya akselerasi liberalisa­si di zaman SBY jauh lebih kencang. Tim ekonomi SBY solid, karena semuanya beraliran neoliberal. Sedangkan di zaman Mega masih ada friksi yang datang dari eko­nom seperti Kwik Kian Gie,
Praktis, sejak 2001 hingga 2006 pemerintah telah menjual lebih dari sepuluh BUMN. Padahal BUMN tersebut relatif memberi keuntungan kepada negara, seperti PT Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, PT Semen Gresik Tbk, PT Bank Man­diri Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Perusa­haan Gas Negara Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Adhi Karya Tbk, dan PT Bukit Asam Tbk. Bahkan, beberapa bulan yang lalu, masih nyaring terdengar teriakan penolakan atas rencana pemerintah untuk memprivatisasi PT Krakatau Steel.

Jadi, sebetulnya, gag ada bedanya antara Megawati dan SBY, sobat!

Kemana sih tujuan kurikulum pendidikan P&K?
Q. P&K terus-menerus merubah sistem kurikulum pendidikan sehingga dari SD - SMA diforsir belajar hanya untuk menghapal, menambah materi (dulu hanya IPS sekarang plus KPDL, PKN, Kewiraan, Korupsi) dan merubah terus UN. Nanti kalo mau kerja, bingung .. karena semua teori-hapalan tak berguna. Bagaimana ?

A. Tujuan kurikulum pendidikan adalah menuju kehancuran dan menciptakan lapangan pengangguran yang besar. Ini dapat dilihat dari perubahan yang terjadi dan perubahan itu tidak pernah memikirkan nasib anak bangsa ke depannya.
Kalau masalah kerja itu bukan urusan mereka, karena dalam pikiran mereka bagaimana caranya membuat suatu hal yang bisa menghasilkan kekayaan.
Saya masih ingat kata menteri ekonomi era soeharto yang berkata kedepannya kita butuh SDM yang dapat menciptakan Lapangan pekerjaan dari pada orang- orang pintar yang butuh Lapangan pekerjaan. nah....dari sini dapat dilihat bahwa teori hapalan tidak dapat digunakan tetapi teori penerapan.




Powered by Yahoo! Answers

No comments:

Post a Comment