Saturday, March 2, 2013

Apakah perbedaan yang paling mendasar antara capres SBY dan capres JK?

Q. apa saja kelebihan dan kekurangan dari mereka masing2 menurut anda, berikut prestasi yang sudah dicapai selama ini. Trima kasih banyak buat yang mau menjawab pertanyaanku... ;)

A. 1. JK tuh kalau dikatakan jenderalnya ekonomi gue rasa emang ga salah. Beliau punya pandangan tajam soal peluang yang bisa dimanfaatkan terutama di ekonomi karena itu beliau punya modal untuk jadi Capres. kemungkinan Indonesia bisa maju di sektor perdagangan ada. tapi sayangnya menurut gue semboyannya yang 'lebih cepat lebih baik' malah terkesan grasa-grusu (tergesa-gesa). masalah yang dihadapi di indonesia ini udah terlalu kompleks untuk diselesaikan secara tergesa-gesa. Kadang gue mikir, kalo pak JK ga jadi presiden kira-kira beliau mau ga ya dijadiin menteri ekonomi atau perdagangan gitu??

2. SBY punya pembawaan yang tenang dan tegas. Emang sih kata beberapa orang beliau itu lelet tapi menurut gue justru beliau adalah pemikir yang matang (mungkin karena pengaruh militernya kali ya..). Lagipula ketegasan SBY itu dibutuhkan banget saat negara berada dalam ancaman disintegrasi entah karena gerakan separatis atau Si Maling Asia tetangga sebelah itu. Beliau langsung menegaskan tanpa ragu bahwa ambalat milik Indonesia dan ogah diajak ke Mahkamah Internasional karena yakin Ambalat sah milik Indonesia. Menurut gue sih lain sama Pemerintahan Ibu Mega yang terkesan ragu dan ga yakin kalau sipadan dan ligitan punya NKRI jadinya mau-mau aja diajak Malaysia ke MAhkamah Internasional,,lepaslah dua pulau kita itu. Seharusnya dulu pemerintah tuh mikir, RI itu posisi tawarnya rendah di dunia Internasional, mana ada untungnya kalau Mahkamah Internasional membantu RI? beda kalau mereka mendukung Malaysia yang diharapkan memberi 'kompensasi ' lebih..

apa kendala utama dalam menerapkan ekonomi syari'ah di indonesia secara optimal?
Q. masih ada saja yang labelnya syariah tapi dalam prakteknya berbau konvensional

A. Ananda Asep , bicara kendala-utama penerapan Ekonomi Syari'ah yang belum bisa optimal bisa kita bagi menjadi 2 faktor penyebab utama.
A. Faktor Internal : Umat islam di-Indonesis memang mayoritas ,tapi itu angka statistik saja .Sebagian besarnya islam KTP . Agamanya Islam , tapi pola-pikir ; peri-laku dan perbuatannya sama-saja seperti orang yang bukan-muslim. Mayoritas tapi terkotak-kotak . Hanya sedikit saja muslim yang benar-benar konsisten berpedoman pada Al-Qur'an dan Ass-Sunnah. Sebagian tokoh-tokoh Pebisnis ; Menteri Ekonomi dan Bisnis Per-bank-an .mayoritas muslim. Namun mereka rata-taya jebolan /alumnus PT yang memakai sistim Pendidikan versi Barat yang sekuler. Bahkan mereka ada yang lulusan Harvard ; California-University. Yang terjadi kemudian , setelah kembali dan berkiprah dalam dunia Bisnis dan Perbankan , mereka condong memakai sistem ekonomi & Bisnis Liberal-Kapitalistik . Ditengah dominasi sistem Kapitalistik itulah , mau tak-mau Bank-Bank Syari'ah harus beradaptasi , mencangkokkan beberapa prosedur transaksi versi-Global.
B. Faktor Eksternal : Walaupun sulit dibuktikan , Indonesia tlah dicengkeram dan dikendalikan Konspirasi Global . Semua Kebijakan Moneter suka-tidak suka harus tunduk dan patuh pada MOU dengan Konspirasi Global . Dampak sistem Liberal- Kapitalistik telah menimbulkan Pemiskinan Struktural yang melanda kehidupan bangsa. Semoga jawaban ringkas ini memadai .

Harga BBM vs Harga BBM?
Q. Sekarang ini para capres telah terjadi saling lempar kebijakannya jika terpilih : Harga BBM Rp 3500,-/liter ( flat selama 5 tahun ) vs Harga BBM Rp 4500,- ( mekanisme pasar ). Bagaimana menurut pendapat anda ?

A. "Persaingan usaha yang dijadikan landasan mutlak bagi penentuan harga BBM di Indonesia sama sekali tidak sehat dan tidak wajar. Bagaimana penjelasannya?
1. Volume minyak yang diperdagangkan di sana hanya 30% dari volume minyak di seluruh dunia. Sisanya yang 70% diperoleh perusahaan-perusahaan minyak raksasa atas dasar kontrak-kontrak langsung dengan negara-negara produsen minyak mentah. Di Indonesia melalui apa yang dinamakan Kontrak Bagi Hasil atau production sharing.
2. Bagian terbesar minyak dunia diproduksi oleh negara-negara yang tergabung dalam sebuah kartel yang bernama OPEC. Kalau mekanisme persaingan dirusuhi oleh kartel, apa masih bisa disebut sehat dan wajar? Toh para menteri ekonomi kita secara membabi buta menerapkan dalil bahwa harga minyak yalah yang ditentukan di NYMEX itu, walaupun ditentang keras oleh MK.
3. Harga yang terbentuk di NYMEX sangat dipengaruhi oleh perdagangan derivatif dan perdagangan oil future trading yang juga berlangsung di NYMEX. Sekarang ini para akhli mempertanyakan apakah betul bahwa permintaan minyak demikian drastis melonjaknya dan terus menerus seperti grafik harga minyak mentah di NYMEX? Banyak yang dengan argumentasi sangat kuat menuding spekulasi oleh hedge funds melalui future trading sebagai penyebabnya. Kok Indonesia terus ikut-ikutan lotre buntut ini secara membabi buta tanpa peduli apakah rakyatnya akan mati kelaparan atau tidak."




Powered by Yahoo! Answers

No comments:

Post a Comment