Tuesday, March 5, 2013

Apa beda DJIA, NYSE, dan Nasdaq?

Q.

A. NYSE
Bursa Saham New York (NYSE) adalah salah satu bursa saham terbesar di dunia. Ia terletak di New York City, New York, AS.

Sekitar 2.800 perusahaan mencatatkan sahamnya di NYSE. Harga saham-saham di NYSE mencapai US$15 triliun dalam kapitalisasi pasar global. Hingga Juli 2004, seluruh dari 30 perusahaan di Dow Jones Industrial Average dicatat juga di NYSE, kecuali Intel and Microsoft.

Nasdaq
NASDAQ, aslinya sebuah singkatan untuk National Association of Securities Dealers Automated Quotations, adalah sebuah bursa saham yang dioperasikan oleh National Association of Securities Dealers. Ketika memulai perdagangan pada 8 Februari 1971, NASDAQ merupakan bursa saham elektronik pertama di dunia.

Sejak 1999, ia adalah bursa saham terbesar di Amerika dengan lebih dari setengah jumlah perusahaan yang diperdagangkan di AS dicatat di sini. NASDAQ terdiri dari NASDAQ National Market dan NASDAQ SmallCap Market. Bursa utamanya terletak di Amerika Serikat, dengan cabang di Kanada dan Jepang. NASDAQ juga mempunyai asosiasi dengan bursa saham di Hong Kong dan Eropa.

Pada 17 Juli 1995 NASDAQ ditutup pada level di atas 1.000 poin untuk pertama kalinya. Puncaknya terjadi pada 10 Maret 2000, di mana indeks mencapai 5048,62 poin.

NASDAQ ditutup dari 11 hingga 14 September 2001 akibat terjadinya Serangan Teroris 11 September 2001.

DJIA
The Dow Jones Industrial Average (NYSE: DJI, also called the DJIA, Dow 30, INDP, or informally the Dow Jones or The Dow) is one of several stock market indices, created by nineteenth-century Wall Street Journal editor and Dow Jones & Company co-founder Charles Dow. Dow compiled the index to gauge the performance of the industrial sector of the American stock market. It is the second-oldest U.S. market index, after the Dow Jones Transportation Average, which Dow also created.

Semoga membantu !

apa yang dimaksud index bursa saham? dan bagaimana system kerja minitoring bursa saham yang berubah per detik?
Q. saham setiap detik dapat berubah, bagaimana system monitoringnya yang selalu up to date, dan apa sih saham itu, khususnya yang diperdagangkan di bursa oleh broker broker saham?

A. Bursa saham, prinsipnya sama aja dengan jual beli barang, yaitu beli pada saat harganya murah, lalu jual pada saat harganya naik. Selisih harganya itulah keuntungan kita. Keuntungan yang seperti itu disebut capital gain.
Langkah pertama membeli saham, harus membuka account di sebuah perusahaan sekuritas, perusahaan ini nantinya akan berperan sebagai broker , nanti setelah punya account, kalo mau beli, kita tinggal bilang sama broker
yg melayani ternsaksi² kita selanjutnya.

Motif lain membeli saham adalah untuk ikut memiliki suatu perusahaan tertentu, nantinya selain dapet keuntungan dari capital gain dia juga bisa ikut dapet bagian dari keuntungan operasional perusahaan tersebut , juga bisa ikut menentukan kebijakan perusahaan dalam rapat umum pemegang saham.

Rekan2 semua ada yg bermain di bursa efek jakarta?
Q. Buat rekan2 yg tau cara bermain di BEJ tlg kasih tau gimana caranya
& keahlian apa yg di butuhkan serta modal awal minimal berapa
Denger2 di nagara maju sana banyak pendeta/pastur yg bermain saham sehingga mereka maju2 & katanya di indonesia masih sedikit kiyai/ulama yg main saham

A. Saya juga masih dalam tahap belajar di bursa saham di amerika, namun intinya mungkin sama dengan di BEJ.
Ini adalah pengalaman saya, hal dasar... anda harus punya dana yang boleh dibilang 'siap untuk hilang'..alias jika uang itu hilang anda sanggup menerimanya, jadi pastikan dana itu adalah dana yang tidak terpakai yang ingin anda investasikan, jangan sampai anda menjual aset kebutuhan primer anda untuk dibeliin saham karena permainan saham sangat flukuatif sekali.
Seorang bisa mendadak kaya raya karena saham karena bisa melipatgandakan asetnya dalam tempo singkat. Contoh, bbrp minggu lalu pada saat Citibank hampir kolaps, harga sempat turun dikisaran $2 per saham (dari $30 tertinggi yang pernah dicatat dalam setahun), besoknya pemerintah amerika memberi bantuan dana bailout dan orang berbalik memburunya hingga harga naik sampai $8 persaham, so, dalam waktu 2-3 hari bisa naik hingga 300% (bandingan dengan bunga bank yg hanya 3-5%setahun).... namun, ada pula orang terjun dari lantai 30 karena orang tsb memidahkan seluruh asetnya dengan membeli saham perush A dan besoknya tiba-tiba perusahaan tersebut mengumumkan bangkrut.
Intinya, anda harus paham kapan saat membeli dan kapan saat menjual, tau kapan membeli pada saat harga rendah, dan tau kapan menjual pada saat harga bagus.
Anda harus tau saham dari perusahaan apa yang ingin anda beli, saham apa yang sedang nge-trend, industri apa yang sedang ngetrend, mengerti bagaimana kinerja perusahaan tersebut, laba-ruginya, mengerti keadaan pasar secara global, mengerti keadaan perekonomian juga. Anda bisa mempelajarinya dengan melihat2 website di internet, membeli buku2 mengenai pasar modal, dan mengikuti perkembangan berita. Ada website yang menyediakan situs dimana anda bisa berlatih bermain saham, hanya merupakan games saja namun bagus untuk berlatih, semakin lama berlatih insting akan bagus.
Ingatlah untuk membeli saham yang harganya sedang hancur, bukan membeli saham dari perusahaan yang hancur.
Kesabaran juga diperlukan dalam bermain saham, sabar menunggu harga naik, dan tidak panik pada saat harga turun, tidak terburu-buru menjual, tidak terburu-buru membeli, tetapi tidak telat membeli dan tidak telat menjual, tidak serakah pula.
Pengalaman saya belajar main saham seperti ada seninya, saya mengalami kalah, menang, telat menjual, telat membeli, namun saya anggap sebagai pengalaman saya dan itu ternyata cukup menarik. Good luck.




Powered by Yahoo! Answers

No comments:

Post a Comment